Image

ANAK LAHIR TAK BERTULANG

Peristiwa yang mungkin cukup langka ini sempat menarik perhatian media cetak lokal. Tak ayal, para wartawan pemburu berita pun segera mendatangi rumah sakit untuk membuktikan kebenaran kabar tersebut. Di ruang pasien, tampak telah berkumpul keluarga serta sanak famili dari pasien.
Sebelumnya, pihak dokter yang dimintakan pendapatnya, tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan. Bahkan meminta para wartawan untuk menanyakan langsung ke pihak keluarga, kenapa sampai bayi tersebut lahir tanpa tulang.
Para wartawan pun mencoba menanyakan langsung ke pihak keluarga, apa kira-kira yang penyebab kelainan tersebut.
Menurut penjelasan pihak keluarga, selama mengandung tidak menunjukkan tanda-tanda kelainan. Beratnya normal, makannya pun juga tidak ada yang aneh-aneh. Hanya saja, sang ibu tidak begitu suka dengan sayur bayam.
ejenak, tampak semuanya terdiam sampai akhirnya juru bicara keluarga maju untuk mencoba menjelaskan. Itu pun setelah bisik-bisik dulu dengan anggota keluarga lainnya.
“Sebenarnya, hal ini adalah urusan intern keluarga kami. Tapi karena anda menanyakannya, maka yang bisa saya sampaikan adalah Tulang dari bayi ini semuanya sedang berkumpul di Medan karena ada acara keluarga yang tidak bisa ditinggalkan.”
Bah, orang Batak rupanya….:)

 

 

Dibilang Anjing

Suatu hari seorang satpam yang berasal dari Medan sedang berjaga di depan pintu sebuah gudang, tiba-tiba datang seseorang dan langsung kencing di dekat pintu tersebut. Melihat hal tersebut si Satpam langsung naik pitam dan membentak orang tersebut, Satpam : “Hei, anjing!!!” (dengan logat batak yang kental) “siapa yang suruh kau kencing di situ.”
Seseorang : “Apa kau bilang? kau bilang aku anjing?”
Satpam : “Eh! untung kau kubilang anjing, kalau kau kubilang tai, habislah kau dimakan anjing.”
Seseorang : “?????”

 

 

 

Sinaga

Di sebuah bus jurusan Medan yang berasal dari Solo terdapat 2 orang yang berlainan suku, yaitu orang Batak dan orang Jawa. Semasa dalam perjalanan mereka berdua saling membanggakan daerah mereka masing-masing. Si Jawa membanggakan daerahnya seperti: banyaknya candi di jawa tengah yang sangat terkenal.
Begitupun si Medan yang membanggakan Danau Toba yang insah dan sangat terkenal pula. Tidak terasa bahwa bus yang mereka naiki akhirnya tiba di terminal bus Medan,tetapi mereka berdua masih saja berdebat. Akhirnya dengan berat hati mereka turun dari bus.
Begitu menjajakkan kakinya ketanah si jawa merasa kurang enak apabila mereka belum bisa cocok akhirnya ia minta maaf dengan keangkuhannya tadi dan si Medanpun tidak keberatan. Si Medan berkata
“Ngomong-ngomong dari Solo sampai ke Medan kita belum tahu nama masing-masing”.
“Oh iya benar juga”, kata si Jawa.
dengan agak keras si Medan menyebutkan namanya “Sinaga”.
Mendengar kata itu si Jawa merasa kaget dan dalam hati Ia berkata ‘Udah turun masih sombong juga’ maka Ia menyebutkan namanya “Embahe Ulo (embahnya Ular)”.
Ternyata si Jawa mengira nama sinaga adalah dibuat-buat maka ia membalas dengan mengatakan namanya embahnya ular agar setaraf dengan nama “NAGA”

 

Batak, Jawa, Arab ,dan Amerika

Seorang lelaki Batak sedang mengadakan perjalanan dari Jakarta ke Hawaii dengan menumpang pesawat terbang …
Beberapa lelaki lain duduk sejajar dengannya, yaitu lelaki Jawa asli, Arab dan Amerika.
Pada jam makan siang, Pramugari menghidangkan makanan pada semua penumpang. Setelah selesai makan lelaki Batak ini memperhatikan lelaki lain yang duduk sejajar dengannya.
Pertama sekali dia lihat si orang Amerika mengeluarkan selembar uang 100 dollar Amerika, membersihkan mulut dan tangannya dengan uang itu… kemudian dibuang…
Si orang Batak terkejut… “Bahh… kok kau buang uang 100 dollar mu itu???”
Dengan tenangnya si Amerika menjawab (setelah diterjemahkan..) “Ah, tenang saja Amerika kan kaya, masih banyak dollar!!”
Seterusnya dia lihat si orang Arab, selesai makan mengeluarkan sebotol minyak wangi yang (pasti) mahal… menyemprotkannya ke tangan dan dada…dan dibuang…
Si orang Batak terkejut lagi…
“Bahh… kok kau buang minyak wangi mu itu? Kan masih banyak isinya??”
Dengan tenang si Arab menjawab (juga setelah diterjemahkan..)
“Ah, tenang saja, kan Arab kaya, masih banyak minyak di sana!”…
Busyet, si orang Batak terkejut setengah mati. Akhirnya dia ambil lelaki Jawa disebelahnya dia lempar keluar pesawat. Kali ini lelaki Amerika dan
Arab yang terkejut…
“Kenapa kamu lempar dia??” 

Dengan tenang si orang Batak menjawab,
“Ah, tenang sazza lah, Indonesia kaya, masih banyak orang Zawa di sana…”

 

Indonesia Lebih Canggih

Seorang bapak dari pulau Samosir (Tapanuli Utara), walau hanya seorang petani miskin didesanya, berhasil menyeberangkan putranya ‘Ucok’ sehingga tamat dari satu perguruan tinggi terkemuka di Jakarta. Setelah berhasil meraih gelar insinyur Ucok bekerja di satu perusahaan swasta di Jakarta.
Setahun kemudian atas sponsor perusahaan Ucok mendapat tugas belajar di Negeri Sakura.
Sepulang dari Jepang, Ucok mengambil cuti bermaksud menemui orangtuanya di kampung. Si bapak sangat berbangga hati, Ucok putranya, telah menjadi ‘orang’. Oleh si bapak semua keluarga dekat diundang untuk makan malam bersama; ingin memperlihatkan rasa “besar hatinya’ pada semua sanak keluarga. Sambil makan si bapak bertanya pada Ucok sekalian ingin memberitau pada sanak keluarga atas keberhasilannya menyekolahkan Ucok. Si bapak bertanya dengan logat Bataknya yang khas.
Bpk. :”Ucok, selama ini kau sekolah dan sekarang sudah menjadi insinyur dan telah pula pergi ke negeri Zepaang, coba kau ceritakan pada kami-kami ini apa-apa sazzaa yang kau lihat di Zepang itu, biar kami tau..”.
Ucok :”Ach bapak ini. Banyaklah yang ku liat.. Negeri Zepang itu mazzuu sekali pak, tidak seperti negeri kita ini..”.
Bpk. :”Mazzuu bagaimana Ucok, cobalah kau ceritakan biar kami tau..”.
Ucok :”Di Zeppang itu pak.. kapas kita masukkan keluar kain, besi kita masukkan keluar mobil”.
Bpk. : (karena Ucok tidak bercerita tentang keberhasilannya agar si bapak merasa bangga di depan mata orang ramai, dengan nada kesal si bapak berucap): “Mazzam-mazzam saja kau ini Ucok!, bukan itu yang aku maksudkan. Kalau soal masuk-memasukkan itu, sudah lamanya aku tau.. Kumasukkan ini (?-red) keluar kau…!.”

Manuhor Pulsa

Adong ma sada ama-ama sian huta pardomuan, sukses besar dalam bisnis durianna. Panen na sukses hampir mencapai omzet 10 juta dalam 1 bulan. Alani lumayan do untung na, gabe kepingin ma amanta i laho mar handphone sebagaimana nadi nipi-ipihon salelengon.
Laho ma amatta i tu sada toko handphone di bilangan segitiga emas Sidikalang, alias jalan Sisingamangaraja. Songonon ma kira-kira pembicaraan antara amanta i dohot par toko handphone on:
A : “Ai laho manuhor handphone au lae, na songon dia do na pas di natua-tua songon au. Argana hira-hira 1 tu 2 juta. Ai nasai do pe adong hepengku.”
TH : “Ohh… adong amang, type na NOKIA 3260, balga-balga do tombol na, dang susa amang molo lau mamiccit nomorna. On ma contoh na amang. Argana holan 1,5 juta do.”
A : “Boi .. boi ma i. Baen ma dohot nomor na sekalian. Pasang ma sekaligus, dang hupaboto-boto mamasang i, sekalian ma dohot pulsana.”
TH: “Boi amang, on ma nomor na, pillit hamu ma. Molo pulsana, na sadia ma ta baen amang, adong 25 ribu, 50 ribu dohot 100 ribu.”
A : “Ai hamu ma mamillit nomor nai, baen ma nomor na bagak. Molo pulsanai si 100 ribu ma baen.”
TH : “Boi amang, alai sebelum hupillit no nai, ai didia do halak amang tinggal?”
A : “Di pardomuan, jonok do tu tigalingga”
TH : “Ohh… alai hurasa amang, dang adong dope sahat jaringan tu Pardomuan.”
A : “Ima… ima .. nga boi i . Baen ma 100 ribu dohot jaringan na i, bila porlu 200 ribu pe boi, asa unang mulak-ulak iba tu Sidikkalang on.”
TH : “???!!??”

 

Film Box Office dalam Bahasa Batak

Enemy at the gates — Matte ho, nga ro !
Remember the Titans — Ingot hamu partompaon i
The Italian Job — Parbola
Die Hard — Dang ra mate
Die Hard II — Tong, dang olo mate
Die Hard III — Dang marna mate fuang !!
Bad Boys — Si roa balangs
Sleepless in Seattle — Markombur di radio, dia boi modom ?
Lost in Space — Dibondut banua holling
X-Men — Pantang so bilak
X-Men 2 — Tong sai pabilak-bilakhon
The Brotherhood of War — Manat Mardongan-tubu
Paycheck — Bayar habis panen ma i, bah!
Independence Day — Agustusan
The Day After Tomorrow — Haduan
Die Another Day — Dang jadi mate sadarion
There is Something About Marry — Si Maria Pargabus
Silence of the Lamb — Hambing Parhohom
Planet of the Apes — Huta ni Bodat
Gone in Sixty Second — Marimpot-impot
Freddy vs Jason — Peredi VS Jekson
Air Bud — Panangga (biang)
How To Lose A Girl in 10 Days — Topar
Lord Of The Ring — Tulang. (ai tulang do si jalo tintin marangkup )
Deep Impact — Hansit naii
Million Dollar Baby — Ai sajuta arga ni Babi saonari?
Blackhawk Down — Lali lao manangkup manuk
Saving Private Ryan — (Ai ise si Ryan on? So ditanda batak goar ‘rian’. Peredi, Jekson, Mikael, Ultop, … dll.)
Dumb and Dumber — Lam Loakon
The Collateral — Si Padalan Hepeng
Braveheart — Parate-ate
Payback — Garar Utangmu
My Greek Big Fat Wedding — Muli Sikobol-kobol
I Know What You Did Last Summer — Datu
I Still Know What You Did Last Summer — Unang gabusi ahu, hutanda do ho Ito
Cold Mountain — Dolok Sanggul ma i…
Any Given Sunday — Marminggu Hamu Fuang
Beautiful Mind — Nipi Nama i
Drunken Master — Parmitu
The Gift — Durung-durung
Lion King — Sisingamangaraja
Mr. & Mrs. Smith — Smith Dohot Oroan na
Rest In Peace — Dison Do Maradian (bah, judul film apa pulak lagi ini?)
Run Away Jury — Martabuni Ho Tulang a
Step Mom — Inang Panirang-Nirangan
Band of Brother — Dongan Sabutuha, Dongan Sapargaulan
2 Fast 2 Furious — Manat-manat di dalan

 

Liburan ke Saribudolok

Pada suatu hari libur anak-anak pak Sabam mau mengunjungi keluarganya di Medan, perencanaan mereka berangkat bersama keluarga dengan mengendarai mobil Pribadi dari Jawa ke Medan.
Tanya punya tanya (kebetulan mereka belum pernah ke Medan sebelumnya) alternatif perjalanan menembus rute Jakarta – Lampung – Pekanbaru – P.siantar – Saribu dolok – Kabanjahe – Medan (katanya sekaligus refreshing).
Mereka pun memulai perjalanan dan beberapa hari mereka tiba di Saribu dolok Kab. Simalungun. Keluarga pak Sabam sejenak istirahat dan makan siang untuk mengisi perut yang sudah mulai keroncongan.
Setelah mereka kenyang mereka pun melanjutkan perjalanan sambil melihat-lihat kiri kanan nama kota yang dilalui, kira-kira 2,5 jam mereka terperanjat melihat kota yang dilalui yaitu desa tiga dolok. Tersentak kaget Pak Sabam langsung memberi Perintah kepada Driver untuk kembali ke Jawa :
Pak Sabam : “Mas Selamet kita pulang aja “Selamet : ” … (heran) kenapa pak? kan belum ke Medan ?”
Pak Sabam : ” 2.5 jam yang lalu kita berangkat dari tempat kita makan yaitu saribu dolok, sudah 2.5 jam kita baru melewati tiga dolok, berarti 1 dolok kita menempuh dengan lebih kurang 50 menit, kalau seribu dolok berapa ????”
Selamet : “…(1000 x 50 = 50.000 menit / 60 menit =……. jam?) ##&%$@%”
Pak Sabam : ” Sudah pulang saja nanti keburu masa liburan habis “
Selamet : ” oke Pak siap dilaksanakan!!”

 

Orang Batak Menyetop Taksi

Suatu hari, ada orang Batak yang sedang berwisata di kota Jakarta dan ia bermarga Manalu, saat menunggu taksi yang lewat iapun duduk untuk beristirahat.
Saat itu ia melihat ada taksi tak berpenumpang yang kebetulan lewat maka segera iapun menyetop taksi itu, dan saat diberhentikan sang supir taksi bertanya kepada si Batak ini. “Mana lu?” tanyanya sambil mengintip dari jendela (maksudnya kamu mau ke mana?), si Batak ini kaget dan bergumam “Bah, hebat kali supir taksi di Jakarta ini? Belum apa-apa sudah tahu namaku.”
Lalu ia bertanya lagi pada si supir taksi ini “Hei kau, kau paranormal ya?” Lalu supir taksi ini menjawab sambil nyeleneh dan pergi “Sinting.” Si Batak ini bergumam lagi “Bah, lebih hebat lagi supir taksi ini, dia tahu kemana tujuanku.
Aku kan mau pergi ke rumah temanku si Ginting.” Karena dari 5 taksi yang ia berhentikan mengatakan hal yang sama saja, si Batak ini frustasi dan akhirnya memutuskan untuk naik metro mini saja daripada repot-repot cari taksi.
Di dalam metro mini ia berkata dalam hati “Supir-supir taksi di Jakarta ini paranormal semua kelihatannya tetapi aneh, kok mereka tak mau kutumpangi ya? Padahal uangku cukup.

 

Berjalan di Atas Air

Seorang Turis Batak berkunjung ke Israel. Dia menawar perahu mau keliling-keliling di Danau Galilea dan diberitahu pemilik perahu bahwa sewa perahu US$10/jam.
“Wah… mahal kali kau!!! di Danau Toba di negara saya Indonesia, sewa perahu gak sampai separuh-nya… itupun sudah bisa naik perahu keliling sampe puas…!”
Pemilik perahu itupun mencoba menjelaskan, “Ini kan di Israel … bukan di Indonesia… di danau ini-lah Tuhan Yesus berjalan di atas air …”
Mendengar jawaban pemilik perahu itu, spontan sang turis batak tersebut berjalan pergi … sambil merepet dan menggerutu,
SUMALING DO HAPE ARGANI SEWA NI SOLU DI TAO GALILEA ON !!!”  (Pantesan, Tuhan Yesus jadi jalan kaki jaman dulu, habis kebangetan sih mahalnya harga nyewa perahu di galilea ini…

 

Ucok Sakit Perut

Seteleh tamat SMU di Aek Kanopan, Uccok memutuskan merantau karena tidak memiliki biaya untuk meneruskan kuliah, plus ditambah otak yang pas-pasan.
Orang tua Ucok memberi ongkos sekali jalan Rp.100.000, karena keuangan yang terjepit. Ucok memilih merantau ke daerah Pekan Baru.
Di Kota Pekan Baru, Ucok tidak kunjung mendapatkan pekerjaan, setelah lima hari disana, uang sisa ongkos sudah habis, saudara tidak ada.
Singkat Cerita Ucok rela jadi Kernet (Kondektur) alat berat Eskapator ke hutan untuk membuka lahan garapan, nama operator alat beratnya, Sidabutar.
Sesampainya di Hutan, banyak juga orang yang kerja di sini! gumam Ucok dalam hati! dan dia tidak menemukan Toilet untuk MCK yang ada adalah lahan hamparan Luas, Mereka pun buat beskem untuk berteduh dimalam hari.
Karena mereka baru turun (masuk) dari kota ke Hutan, orang-orang yang ada dihutan memutuskan untuk Tidur Bareng di Beskem yang dibangun oleh Sidabutar dan Ucok sambil cerita-cerita.
Pada malan hari, kira kira jam 2 pagi, Sardi (orang yang mereka temui dihutan) sakit perut, dan memutuskan untuk buang air dibalik pohon yang besar dekat beskem mereka.
Secara kebetulan, jam 2 lewat 3 menit, Uccok juga sakit perut, dan bergegas keluar beskem untuk buang juga, dan Uccok memutuskan untuk buang di balik pohon yang sama dengan Sardi, Karena pohonnya besar dan agak rimbun gelap, Uccok ingat pesan orang tuanya dikampung, ( kalau mau buang air kecil/besar, harus permisi dengan kata Sattabi ditempat yang baru), begitu Uccok dekat dengan pohon itu, Uccok buka celana, dan berkata..
Uccok : “Sattabi Oppung dipangisi ni luat on” ( Permisi kepada pemilik wilayah ini). karena Sardi masih dibalik pohon, Sardi menjawab dari balik pohon…
Sardi : “Dang Boi ( Gak boleh)..!”

 

 

 

 

 

 

 

Tanah Abang

Pemuda Jawa : “Maaf, saya orang baru di Jakarta, baru datang dari Jawa… apakah ini Tanah Abang?”
Pemuda Batak : “Oh bukan…. ini bukan tanah aku, sumpah! Aku juga baru datang dari Medan, jadi aku juga tidak tahu tanah siapa ini…”

 

 

Dua Orang Mabuk di Bar

Seorang pria sedang minum di sebuah bar. Setelah beberapa gelas ia menoleh ke pria yang duduk disebelahnya, “Kayaknya aku pernah ketemu kau?!? Kau orang Batak ya?”
Pria itu mengangguk, “Ya, aku Batak! Aku juga familiar dengan mukamu; Kau orang batak juga?!?”
“Ha..haaaa..sama kita!!! Horas bah!!”, kata pria pertama. “Horas..horas!!, sahut pria disebelahnya gembira.
“Kampungmu dimana?” tanya pria kedua. “Aku dari Balige”, jawab pria pertama, “Kau???”, lanjut pria pertama.
“Bah!!! sama kita, aku juga Balige-Man..ha.ha.ha..ha..horas..horas!!!”, balas pria kedua.
“Ngomong-ngomong Lae, kau SMA dimana dulu di Balige???”, pria pertama sambung bertanya.
“Aku di SMA 1 Lae…kalo kau Lae..jangan-jangan SMA 1 juga ha..ha..ha…haaa..”, jawab pria disebelah pria pertama.
“Alamaaaak, aku sekolah SMA 1 juga..bah..bah..pantas kayak kukenal Lae…mantap kali!!..sempit kali dunia ini bah!!!” teriak pria pertama.
Semakin bersemangat dan panas keduanya. Pria pertama berdiri dan bertanya, “Lalu dimana kau tinggal di Balige Lae.” Dia turun dari bangkunya, mendekat pada pria kedua dan mencoba memegang tangan pria disebelahnya itu.
“Jalan Tobing!! Lae??”, jawab pria kedua bersemangat dan juga turun dari bangkunya, ditariknya tangan pria pertama.
“Haaaaa..akupun tinggal di Jalan Tobiiiing Laeee…sama kitaaa, sempit kali dunia ini bah, sempit kali bah!!!”, tertawa dan berteriak pria pertama.
Keduanya meloncat-loncat, tertawa keras-keras sambil berpegangan tangan.
Bartender yang dari tadi ada didekat mereka dan memperhatikan percakapan ini geleng-geleng kepala, katanya, “Aah..Cape deeh… si kembar Hutagalung mabook lagi..!!!”

 

 

 

 

 

 

 

 

Kuliah Minta Motor

Ada anak dr Sipiongot kuliah di ITB, suatu saat dia ngirim sms ke bapaknya dikampung Medan:
“Pak,semua kawan-kawanku ke kampus naik Kijang, Kuda, Phanter, Jaguar dan Tiger, kirimlah dulu uang biar ku beli macam gitu,kepinginnya aku Pak..”
Balas bapaknya : “Kek mana lah kubikin nak, gak ada uang bapak untuk beli macam gitu, kalau gak gini ajalah, Kebetulan bapak kan baru beli babi dikampung, naik babi ajalah kau ke ke kampus ya nak…”

 

 

Manjual Lampet

Sada Pandita maniroi ruasna sada ina partigatiga lampet…
Pdt: “Bah repot nai hamu inang didia angka anakta huroha?”
Jawab Inang : “Behama Amang ai karejobe do sude…”
Pdt : “Bah mauliatema,basado Tuhani diangka ina namabalu, angkupni didia karejobe anak tai…?”
Alusni inantai: “Naumbalga di Kejaksaan, paidua di Kepolisian, paitolu di Pemda…”
Pdt: “Bah mauliate di Tuhan, angka ahama jabatan ni anaktaon??”
Alusni Inang : “Sarupa do Amang tolunsa rap manjual lampet…”