kesetiaan-yang-tak-akan-ada-batasnya-untukmu-an-su

Saat itu aku masih bersama dia kekasihku yg baru bersamaku kurang lebih hampir 10 bulan lamanya. Dia asal Sukabumi, Jawa Barat. Rasanya bahagia sudah memiliki dia lahir batin. Tiba-tiba tak ada angin tak ada hujan sms darinya masuk di hpku dan berkata “kita break dulu berpacaran”. Bak petir di siang bolong buyar semua konsentrasiku, pikiranku tidak tenang, makan pun tak nyaman sehingga sore hari sepulang kerja langsung meluncur ke kos nya dia didaerah kota. Dan akhirnya aku tahu penyebab dia seperti itu, ternyata dia sudah melakukan kesalahan yg membuat dia harus mengistirahatkan hubungan kami.

Aku masih tak bisa terima dan aku terus mencari kebenaran yang ada, banya alasan yg dibuatnya tapi tak satupun yang masuk di akal. Tiba saat dia terkena typus di area kerjanya dan segera diopname di rumah sakit. Saat itu benar-benar rasa sayangku penuh dengannya walau dia sudah mulai berubah. Ya… Saat di rumah sakit itu aku dampingi dia diruangan dimana dia terbaring lemah dengan infus dilengannya. “Tuhan aku berdo’a denganmu, biar dia yang salah aku tetap terima atas dasar rasa sayang dan cintaku padanya. Hingga dia pulih dan berkata ya aku kembali seperti dulu menerimamu apa adanya. Subhanallah bahagianya aku walau terkadang hati ini masih tidak rela atas semua perbuatannya terdahulu.

Saat itu aku hanya bisa mengantarnya pulang dengan motorku karna hanya itu yang aku miliki. Setibanya kita di kos dia masih lemah dan aku membereskan semua barangnya yang masih ada di rumah sakit. Dia masih lemah tapi aku ada disampingnya. Sayangku tak akan pernah sirna kepadanya dan tiba pada suatu hari aku nekat mengambil ijin dari kantorku untuk kembali bertemu dengannya. Semalam yang sangat membahagiakan buatku namun menjadi malalm terkahirku bersamanya.

Karena esoknya aku dapat kabar dari kantorku sudah tidak diperbolehkan lagi masuk kerja, semua karena ijin yang sering aku ambil demi mendatanginya agar bisa selalu didekatnya. Namun ternyata semua sia-sia. Ya aku korbankan semua demi dia. Hanya 1 nyawa, 1 Rasa, 1 Setia. Bulan itu bulan Juli kelabu buatku.

Sekarang yang ku tahu dia sudah bersama dengan yg lain jauh lebih membahagiakannya, aku hanya selembar kertas yg sudah dikoyaknya lalu dibuang. Andai dia tahu hati ini masih mengharapnya, menginginkannya kembali seperti dulu lagi dengan menghapus semua kesalahan yang lalu dan menutup rapat-rapat pilu ini. Tapi semua telah terjadi tak dapat dipungkiri semua telah berubah.

Lebih baik aku tidak mengenalnya daripada aku harus melupakannya. Maafkan atas semua sikap & perilaku anarkis ku, tak ada sedikit niat pun ingin menyakiti atau mengusikmu. Diri ini hanya belum bisa menerima keadaan atas sikapmu. Seberkas kisah lalu yg terbaik dalam hidupku. Kini aku berjuang tanpamu. Tak ada lagi suaramu,tatapanmu,sentuhanmu…aku rindu itu. Biar waktu yg menghapus semua ingatanku tentangmu dan kamu tetap cinta terbaik dalam hidupku hingga raga ini tak mampu lagi berpijak dan menahan teriknya matahari.

Terima kasih atas semua cerita yg telah kita lalui, aku berusaha terbiasa tanpamu. Kelak kau dikhianati oleh kekasihmu, kembalilah padaku…jiwa raga ini siap untuk menerima mu kembali karena sekarang hatiku ini sendiri & berjanji tidak akan ada yg bisa menggantikan namamu dihatiku. Selamanya………….